Pelatihan & Ujikom GANISPH Perencanaan Hutan Angkatan I Tahun 2025

Membangun perencanaan hutan yang tepat sasaran, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan zaman bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan tenaga teknis yang tidak hanya paham teori, tetapi juga menguasai keterampilan lapangan dan mampu berpikir strategis. Untuk itu, PT. Semesta Himba Borneo menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi GANISPH Perencanaan Hutan pada 10-15 Februari 2025, bertempat di Training Center Semesta Himba Borneo, Kota Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh 4 Peserta yang berasal dari berbagai unit kerja kehutanan, termasuk perencana teknis, staf GIS, hingga tenaga lapangan yang sehari-hari terlibat dalam penyusunan Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan (RKUPHHK).


Selama enam hari, peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi juga langsung diajak terlibat dalam simulasi penyusunan dokumen perencanaan hutan berbasis data spasial dan inventarisasi. Materi pelatihan mencakup (i) Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), (ii) Mengorganisasikan Pekerjaan, (iii) Melakukan Komunikasi Efektif, (iv) Menerapkan Teknologi Informasi, (v) Menyusun Rencana Kerja Inventarisasi Tegakan Hutan, (vi) Melaksanakan Inventarisasi Tegakan Hutan, (vii) Menyusun Laporan Hasil Inventarisasi Tegakan Hutan, (viii) Menyusun Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hutan, (ix) Menyusun Rencana Kerja Tahunan Pemanfaatan Hutan. Didampingi oleh Pemateri dan asesor berpengalaman, peserta berlatih dengan data riil dan skenario kasus nyata, membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual dan aplikatif.


Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta mengikuti Uji Kompetensi GANISPH Perencanaan Hutan yang menguji kemampuan mereka dalam menyusun rencana kerja kehutanan sesuai standar yang ditetapkan. Uji ini mencakup pemahaman terhadap prosedur, penggunaan alat bantu perencanaan (baik manual maupun digital), serta penyusunan laporan perencanaan yang sesuai dengan format resmi. Pelatihan dan Ujikom GANISPH ini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa setiap perencana hutan memiliki standar keterampilan yang solid dan terverifikasi, demi mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan akuntabel. "Pelatihan ini membuka wawasan baru. Banyak hal teknis yang sebelumnya kami anggap sepele, ternyata sangat krusial dalam dokumen perencanaan," ujar salah satu peserta.

Dengan meningkatnya kompetensi tenaga teknis di bidang perencanaan, diharapkan proses penyusunan, evaluasi, dan implementasi rencana pengelolaan hutan bisa berjalan lebih baik dan lebih efisien, berbasis data, dan selaras dengan prinsip kelestarian.